Image

 

Film animasi atau biasa disebut cartoon adalah film yang merupakan hasil dari proses mengolah gambar-gambar diam yang disatukan hingga menjadi gambar bergerak. Pada awal kemunculan film animasi dibuat dari lembaran kertas yang diputar sehingga terlihat bergerak contohnya wayang kulit, akan tetapi dengan perkembangan jaman yang semakin berkembang maka animasi yang dihasilkan bisa terlihat 3D seperti nyata.

Film animasi sangat banyak sehingga bukan berarti semua film animasi bisa layak ditonton oleh anak-anak. Mungkin di Indonesia kebanyakan orang tua tidak sadar akan konten yang dikemas dalam film animasi sehingga beranggapan layak ditonton anaknya. Berbeda halnya di Jepang yang merupakan termasuk negara terbesar memproduksi film atau serial animasi , yang mempunyai aturan jelas tentang konten dengan memberikan rating umur sehingga jika ada film animasi yang dikhususkan untuk orang dewasa tidak akan membuat orang tua kaget dengan kondisi tersebut. Mungkin salah satu sebab juga dikarnakan Negara tercinta ini jarang sekali memproduksi film animasi contohnya saja tahun 2013 ini tidak ada satu pun film animasi buatan dalam negri yang diputar dibioskop. Miris sekali jika melihat film animasi buatan Amerika yang berjudul Despicable Me laku keras di Indonesia dan menjadi animasi peringkat satu didunia sebagai film animasi dengan pemasukan tertinggi ditahun 2013.

Animasi bisa dibuat menjadi 2 tipe yaitu 2 dimensi dan 3 dimensi. Jika ada bioskop seperti blitzmegaplex memutar film animasi distudio 4DX mereka bukan berarti film animasi tersebut adalah 4 dimensi karena tetap saja tidak bias disentuh. Dikarnakan teknologi 4DX merupakan perpaduan menonton dengan bisa merasakan percikan air,  mencium bau, dan kursi yang bergoyang sehingga terasa nyata seperti didalam film.

Animasi 2D sekarang ini sangat mudah dibuat dengan software flash saja anda bisa membuat animasi tinggal anda menyusunnya dan member effect yang bagus makan bisa menjadi animasi. Untuk 3 dimensi agak sulit disaat pembuatan satu bendanya agar terlihat nyata, akan tetapi jika sudah terbuat benda itu tinggal diedit saja tak perlu membuat ulang. Tetapi saat membuat 3D lebih sulit saat membuat pergerakan animasinya hingga mencapai titik sempurna. Untuk software 3D bisa menggunakan Maya, 3DSmax, atau Blender yang open source.